15 February, 2011

Salam Maulidur Rasul : Cintai Rasullulah


Cintai Rasulullah s.a.w, pasti ia akan menjadi pusat perhatian seluruh kehidupan kita. Di mana sahaja orang membicarakan  tentang kemuliaan Nabi s.a.w,  kita juga akan turut bersama menghayati sejarah hidup dan sunnah baginda. Kita akan mengabungkan diri dengan orang-orang yang mencintainya. Sudah tentu kita  akan merasa bahagia ketika menyaksikan orang yang memuliakan baginda, sebaliknya berduka cita ketika mendengar orang yang menperlekehkannya. 
Pada hakikatnya meneladani perilaku Nabi s.a.w tidak dapat direalisasikan hanya dengan menpelajarinya. Kita harus memasukan cinta kepada Nabi s.a.w terlebih dahulu ke dalam hati kita. Setelah cinta sudah tertanam di dalam hati, dengan mudah dan dengan nikmat kita akan mencontohi Nabi s.a.w dalam setiap gerakan kita. 
Mencintai Rasulullah menjadi suatu  keharusan dalam iman. Ia menjadi prinsip, bukan pilihan  suka atau tidak suka. Seorang Muslim harus menyimpan rasa cinta kepada Nabinya, seberapa kecil sekali pun. Idealnya ia mencintainya lebih daripada segala sesuatu yang ia miliki, bahkan dirinya sekalipun. Dan itulah pada hakikatnya iman yang paling sempurna. 
Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Tidak beriman seseorang sehingga aku (Nabi) lebih ia cintai daripada dirinya sendiri.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)